Oey Tjin Eng Raih Penghargaan Anugerah Kebudayaan Indonesia 2023 di Kota Tangerang

by -140 Views
SHARE DI SINI

Bangkitnews | Kota Tangerang, Oey Tjin Eng, salah satu warga Kota Tangerang, telah diakui oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebagai salah satu penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia tahun 2023. Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasinya sebagai pelestari individu yang telah melestarikan tradisi dan budaya Cina Benteng.

Penghargaan ini diterima langsung oleh Oey Tjin Eng dalam kategori pelestari individu, mengukuhkan peran pentingnya dalam menjaga dan mempromosikan warisan budaya Cina Benteng. Pemberian penghargaan ini menjadi bukti penghargaan pemerintah terhadap upayanya yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Ditemui di sebuah kedai kopi yang berada di sebelah Klenteng Boen Tek Bio di Pasar Lama Tangerang, Oey Tjin Eng menyatakan rasa terharunya terkait penghargaan yang diterimanya. “Terharu, karena sekian lama baru dapat apresiasi, terharu selama saya belajar itu tidak percuma, dan mendapatkan penghargaan dari pemerintah,” ujar Oey Tjin Eng.

Sebelum mendapatkan penghargaan ini, Oey Tjin Eng telah mengirimkan profilnya kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Profil tersebut memaparkan berbagai kegiatan yang telah dilakukannya sebagai pelestari Cina Benteng, termasuk sejarahnya yang kaya.

Oey Tjin Eng telah mengabdi selama 15 tahun sebagai pengurus di Klenteng Boen Tek Bio. Selama periode tersebut, ia sering menerima kunjungan dari pelajar, mahasiswa, dan masyarakat yang ingin memahami lebih dalam sejarah dan kebudayaan Cina Benteng.

“Banyak mahasiswa membuat skripsi, jumlahnya kurang lebih 500 mahasiswa, juga ada mahasiswa jenjang S-2 dan S-3, seluruhnya berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Ada juga mahasiswa Indonesia yang sedang studi di kampus Tiongkok mengambil penelitiannya tentang Cina Benteng,” ungkapnya.

Keunikan kebudayaan Tionghoa, khususnya Cina Benteng, menarik perhatian mahasiswa, meskipun mereka mungkin tidak mahir berbahasa Mandarin seperti Oey Tjin Eng. “Mereka (Cina Benteng) tidak bisa berbahasa Mandarin seperti saya, tetapi budayanya tetap bertahan,” tambahnya.

Penghargaan ini tidak hanya mengukir prestasi Oey Tjin Eng pribadi tetapi juga menjadi suatu bentuk apresiasi terhadap upaya pelestarian budaya yang telah dilakukannya. Dengan pemberian penghargaan ini, diharapkan semakin banyak individu yang terinspirasi untuk menjaga keberagaman budaya di Indonesia. ( RD )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.